Membentuk Karakter Bangsa Melalui Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal

SMA NEGERI 1 BEBANDEM,

MEMBENTUK KARAKTER BANGSA MELALUI

PENDIDIKAN BERBASIS KELUNGGULAN LOKAL ( PBKL )

Undang-undang No.20 tahun 2003 tentang Sindiknas mengatakan bahwa tujuan pendidikan adalah membentuk manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”
Melihat kondisi saat ini dan yang akan datang, mendidik siswa yang berkarakter merupakan kebutuhan yang amat vital. Penyelenggaran pendidikan karakter untuk mempersiapkan tantangan global dan meningktkan daya saing bangsa, disamping terjadinya permasalahan pendidikan karakter. Semua itu menegaskan bahwa terjadi ketidakpastian jati diri dan karakter bangsa yang bermuara pada (1) disorientasi dan belum dihayatinya nilai-nilai Pancasila sebagai filosofi dan ideologi bangsa, (2) keterbatasan perangkat kebijakan terpadu dalam mewujudkan nilai-nilai esensi Pancasila, (3) bergesernya nilai etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, (4) memudarnya kesadaran terhadap nilai-nilai budaya bangsa, (5) ancaman disintegrasi bangsa, dan (6) melemahnya kemandirian bangsa.

Misi pembangunan nasional yang memposisikan pendidikan karakter sebagai misi pertama dari delapan misi guna mewujudkan visi pembangunan nasional, sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005–2025 (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007), yaitu terwujudnya karakter bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, dan bermoral berdasarkan Pancasila, yang dicirikan dengan watak dan prilaku manusia dan masyarakat Indonesia yang beragam, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi luhur, bertoleran, bergotongroyong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, dan berorientasi ipteks.

Pembangunan karakter bangsa memiliki urgensi yang sangat luas dan bersifat multidimensional. Sangat luas karena terkait dengan pengembangan multiaspek potensi-potensi keunggulan bangsa dan bersifat multidimensional karena mencakup dimensi-dimensi kebangsaan yang hingga saat ini sedang dalam proses “menjadi”. Dalam hal ini dapat juga disebutkan bahwa (1) karakter merupakan hal sangat esensial dalam berbangsa dan bernegara, hilangnya karakter akan menyebabkan hilangnya generasi penerus bangsa; (2) karakter berperan sebagai “kemudi” dan kekuatan sehingga bangsa ini tidak terombang-ambing; (3) karakter tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus dibangun dan dibentuk untuk menjadi bangsa yang bermartabat. Selanjutnya, pembangunan karakter bangsa akan mengerucut pada tiga tataran besar, yaitu (1) untuk menumbuhkan dan memperkuat jati diri bangsa, (2) untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan (3) untuk membentuk manusia dan masyarakat Indonesia yang berakhlak mulia dan bangsa yang bermartabat.

Ketentuan tersebut sejalan dengan kebijakan Departemen Pendidikan Nasional yang telah dikeluarkan sebelumnya yaitu tentang School Based Management atau Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). MBS diartikan sebagai model manajemen yang memberikan otonomi lebih besar kepada sekolah dan mendorong pengambilan keputusan partisipatif yang melibatkan secara langsung warga sekolah (pendidik, tenaga kependikan, kepala sekolah, siswa, orang tua, dan masyarakat) untuk meningkatkan mutu sekolah (Fadjar, A. Malik dalam Ibtisam Abu-Duhou, 2002). MBS diterapkan bertujuan untuk membangun sekolah yang efektif sehingga pendidikan berguna bagi pribadi, bangsa dan Negara. Dalam konteks ini, pengambilan keputusan harus memperhatikan potensi daerah yang dapat dikembangkan menjadi keunggulan lokal, dan penerapan pendidikan karakter bangsa.

Untuk memenuhi amanat Undang-undang tersebut di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan nasional pada umumnya, serta tujuan pendidikan sekolah pada khususnya, SMA Negeri 1 Bebandem sebagai lembaga pendidikan tingkat menengah berkewajiban untuk menyusun  Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melalui KTSP ini sekolah dapat melaksanakan program pendidikan sesuai dengan karakteristik,  potensi, dan kebutuhan peserta didik serta kebutuhan masyarakat.  Oleh karena itu, SMA Negeri 1 Bebandem mulai tahun ajaran 2011/ 2012 mengembangkan potensi keunggulan lokal melalui Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal ( PBKL ) dan Pengintegrasian Pendidikan Karakter Bangsa dengan penambahan 1 Jam pelajaran pada Pendidikan Budi Pekerti dan pengintegrasian pada mata pelajaran lainnya.

PBKL yang diselenggarakan secara komprehensif dan berkelanjutan merupakan program sebagai salah satu upaya positif bagi dunia pendidikan. Sekolah diberikan kesempatan untuk membekali peserta didik tentang pengetahuan dan sikap menghargai sumberdaya dan potensi yang ada di lingkungan setempat, serta mampu menggali dan memanfaatkannya untuk dapat digunakan sebagai bekal kehidupan yang akan dijalaninya di masa yang akan datang. Kebijakan pengembangan PBKL ini juga sangat relevan dengan kondisi wilayah Kabupaten Karangasem  yang sangat heterogen memiliki beraneka ragam potensi serta sumber daya pariwisata  yang bersentuhan dengan tatanan era global yang menuntut penguasaan information comunication tecnology (ICT), dan heteroginitas budaya dan sumber daya alam dapat dikembangkan secara maksimal dan menjadi keunggulan lokal.

Penyusunan kurikulum yang mengarah pada usaha merintis  PBKL di SMAN 1 Bebandem dilatarbelakangi oleh potensi keunggulan lokal berupa potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia di lingkungan SMA ini berada. SMAN 1 Bebandem terletak di Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem. Kondisi geografis sekolah yang terletak di kawasan pedesaan menyebabkan sekolah didukung oleh potensi sumber daya alam berupa hasil perkebunan dan pertanian dan potense sumber daya manusia yang masih terikat erat dengan adat istiadat, kegiatan seni dan kebudayaan lokal.

SMA Negeri 1 Bebandem terletak berdekatan dengan Desa Sibetan yang sangat terkenal akan potensi perkebunan salaknya, baik di Bali maupun di luar Bali. Sektor pertanian khususnya perkebunan salak di Desa Sibetan bahkan sudah dikembangkan ke arah usaha Agro Wisata yang sudah sangat terkenal di Bali. Atas latar belakang inilah maka mulai tahun ajaran 2011/2012  ini , dalam penyusunan KTSP SMAN 1 Bebandem dimuat salah satu mata pelajaran baru di kelas X yang mengarah pada potensi keunggulan lokal yaitu mata pelajaran Ekonomi Pariwisata. Dimunculkannya mata pelajaran Ekonomi Pariwisata ini dimaksudkan untuk membekali murid-murid pendidikan dan kompetensi tentang pariwisata untuk bisa nanti diterapkan dan dikembangkan dalam mendukung potensi agro wisata di lingkungan sekitar sekolah. Selain itu, minat siswa terhadap bidang pariwisata cukup besar yang diindikasikan dengan banyaknya alumnus SMA Negeri 1 Bebandem yang melanjutkan sekolah di bidang pariwisata. Dengan diberikannya mata pelajaran Ekonomi Pariwisata ini diharapkan siswa memiliki kompetensi di bidang pariwisata lebih awal sehingga lebih siap nanti ketika terjun di masyarakat baik di bangku kuliah maupun di lapangan kerja.

Potensi keunggulan lokal lainnya yang dimiliki SMA Negeri 1 Bebandem adalah didukung sumber daya manusia yang unggul di bidang seni budaya. Hal ini dibuktikan dengan sederet prestasi bidang seni budaya yang berhasil diraih sekolah sejak sekolah ini berdiri, baik oleh siswa maupun guru, di tingkat kabupaten, provinsi bahkan nasional. Beberapa prestasi bidang seni budaya yang telah berhasil diraih sekolah dapat dilihat pada tabel berikut.

NO

NAMA SISWA/GURU

KELAS/

JABATAN

JENIS PRESTASI/PENYELENGGARA

1

I Gede Sunarta

Ni Made Nerwi Ariati

XB

XA

Juara II Lomba Sekar Agung Porsenijar Kab. Karangasem Th.2004/Pemkab Karangasem
2

Km Suryaningsih

XA

Juara II Lomba Melukis Porsenijar Kab. Karangasem Th.2004/Pemkab Karangasem
3

I Ketut Sukarta

XA

1. Juara III Lomba Darma Wacana Porsenijar Kab. Karangasem Th.2004/Pemkab Karangasem2. Juara III Lomba Darma Wacana Porsenijar Bali Th.2004/Pemprop Bali
4

Ni Wayan Yuni Astari

XA

1. Juara I Lomba Darma Wacana Porsenijar Kab. Karangasem Th.2005/Pemkab Karangasem2. Juara III Lomba Darma Wacana Porsenijar Bali Th.2005/Pemprop Bali3.  Juara III Lomba Baca Cerpen Bali Modern dalam rangka Pra-PKB Kab. Karangasem Th. 2006/ Pemkab Karangasem
5

Ni Km Ayu Sri Wahyuni

XI IPA

1. Juara I Lomba Kakawin Putri Porsenijar Kab. Karangasem Th.2007/Pemkab Karangasem2.  Juara I Lomba Darma Wacana Remaja Putri dalam rangka Utsawa Darma Gita Kab. Karangasem Th.2007/Pemkab Karangasem3. Juara II Lomba Darma Wacana Remaja Putri dalam rangka Utsawa Darma Gita Tk. Propinsi Bali Th.2007/Pemprop Bali
6

Ni Pt Kartina

Ni Pt Kartini

XI IPS

Juara I Lomba Palawakya Remaja Putri dalam rangka Utsawa Darma Gita Kab. Karangasem Th.2006 /Pemkab Karangasem
7

Km Budiarta

I Wayan Budayasa

X

Juara II Lomba Kakawin Putra Porsenijar Kab. Karangasem Th.2006/Pemkab Karangasem
8

Ida Ayu Intarini

XII

Juara I Lomba Merangkai Bunga Tk. Propinsi Bali dalam rangka PKB  Th. 2006/Pemprop Bali
9

I Wayan Sudiarsana

XII

Juara III Lomba Penulisan Karya Ilmiah Populer Tk. Kab. Karangasem/Kantor Arsip Daerah Pemkab Karangasem
10

Ni Ketut Marwati

XI

1. Juara II Lomba Darma Wacana Porsenijar Kab. Karangasem Th.2007/Pemkab Karangasem2.  Juara II Lomba Baca Puisi Bali Modern dalam rangka Pra-PKB Kab. Karangasem Th. 2007/ Pemkab Karangasem 
11

I Wayan Budayasa

&

IB Wayan Sudarsana

XI

X

1. Juara I Lomba Kakawin Putra Porsenijar Kab. Karangasem Th.2007/Pemkab Karangasem2. Juara I Lomba kakawin remaja Putra dalam rangka Utsawa Darma Gita Kab. Karangasem Th.2007/Pemkab Karangasem 
12

Ni Wayan Ari Purnami Ayu Laksmi

XI

1.  Juara I Lomba Kakawin Putri Porsenijar Kab. Karangasem Th.2007/Pemkab Karangasem2.  Juara I Lomba kakawin remaja Putri dalam rangka Utsawa Darma Gita Kab. Karangasem Th.2007/Pemkab Karangasem 
13 – Ni Ketut Nintiani- Ni Kadek Dewi Sutrisnawati

XI IPA

1.  Juara II Lomba Kakawin Putri Porsenijar Kab. Karangasem Th.2010/Pemkab Karangasem
13 I Wayan Suarsa

XI IPA

2. Juara II Lomba Darma Wacana Putra Porsenijar Kab. Karangasem Th.2010/Pemkab Karangasem
14 Dian Eka Wartama

X

Juara II Lomba Menyalin Aksara Bali diatas daun lontar Porsenijar Kab. Karangasem Th.2010/Pemkab Karangasem
15 Ema Rita Yuni

X

Juara III Lomba Menyalin Aksara Bali diatas daun lontar Porsenijar Kab. Karangasem Th.2010/Pemkab Karangasem
18 I Kadek AriawanNi Komang WidyariNi Putu Puspita Dewi

Ni Wayan Putu Ariani

Dian Eka Wartama

 

X & XI

Finalis Lomba Penulisan Essay Online Tingkat Nasional  Th. 2010/ Unilever
19 Ida Ayu made Pastika Utami

XI

Juara I Lomba Darma Wacana Putri Porsenijar Kab. Karangasem Th.2011/Pemkab Karangasem
20 I Kadek Suartika

XI

Juara II Lomba Darma Wacana Putra Porsenijar Kab. Karangasem Th.2011/Pemkab Karangasem
21 Ni Putu Puspita DewiAni Sri Mahayuni

X, XI

Juara II Lomba Kakawin Putri Porsenijar Kab. Karangasem Th.2011/Pemkab Karangasem
22 I Wayan Sudiantara

X

Juara I Lomba Menyalin Aksara Bali diatas daun lontar Porsenijar Kab. Karangasem Th.2011/Pemkab Karangasem
23 Ema Rita Yuni

XI

Juara III Lomba Menyalin Aksara Bali diatas daun lontar Porsenijar Kab. Karangasem Th.2011/Pemkab Karangasem
24 I Made Gunawan Adi Putra dan I Nengah Supandi

XI

Juara III Lomba Wirama Porsenijar Kab. Karangasem Th.2011/Pemkab Karangasem
25 I Gusti Lanang Ramadi

X

Juara III Lomba Melukis Poster Go Green Tk. Provinsi Bali Th.2011/PSPSRD Undiksa Singaraja
26 Ida Bagus Putu Weda

Guru

Juara VI Tk. Nasional Lomba Mengulas Karya Sastra {Novel NAYLA )

27

Ni Wayan Adnyani, S.Pd

Guru

1.  Juara I Lomba Sambrama Wiwaha  Wacana dlam rangka Pra-PKB Kab. Karangasem Th. 2005/Pemkab Karangasem2. Juara III Lomba Sambrama Wiwaha Wacana dlam rangka PKB Propinsi Bali Th. 2005/Pemprop Bali3. Juara II Lomba Darma Wacana Dewasa Putri dalam rangka Utsawa Darma Gita tk Kab. Karangasem Th. 2005/Pemkab Karangasem

4. Juara I Lomba Darma Wacana Dewasa Putri dalam UDG Kab. Karangasem Th.2009/Pemkab Karangasem

5. Juara II Lomba Darma Wacana Dewasa Putri dalam UDG Propinsi Bali Th.2009/Pemprov Bali

 

28

I Wayan Mastra

Guru

1. Juara II Lomba Sambrama Wiwaha Wacana dlam rangka Pra-PKB Kab. Karangasem Th. 2005/Pemkab Karangasem2. Juara II Lomba Darma Wacana Dewasa Putra dalam rangka Utsawa Darma Gita tk Kab. Karangasem Th. 2005 dan Th.2009/Pemkab Karangasem 
29

I Wy Dwi Atmika, S.Pd

Guru

Juara I Lomba Sambrama Wiwaha Wacana pra-PKB Kab. Karangasem Th. 2004/Pemkab Karangasem
30

I Made Jati , S.Pd, M.Si

Guru

Juara I Lomba Mewirama TkDewasa Putra pra-PKB Kab. Karangasem Th. 2011/Pemkab Karangasem
31

Sekaa Baleganjur  YWS

Siswa dan Guru

Penyaji Terbaik ke II Lomba Parade Baleganjur Kec. Bebandem/ 2011

Dari tabel tersebut dapat kita lihat bahwa potensi keunggulan seni budaya yang dimiliki siswa maupun guru di SMA Negeri 1 Bebandem sangat membanggakan dan sangat potensial untuk dibina dan dikembangkan lebih lanjut dalam rangka dijadikan media dalam menanamkan pendidikan karakter bangsa  melalui pengembangan keunggulan local khususnya di bidang seni budaya.

Untuk menindak -lanjuti pembinaan dan pengembangan keunggulan local di bidang seni budaya ini, selain terus melakukan pembinaan terhadap siswa –siswi yang memiliki kemampuan di bidang seni budaya melalui ekstra kurikuler maupun mengkuti lomba-lomba yang relevan, sejak tahun ajaran 2011/2012 ini SMA Negeri 1 Bebandem merintis pembuatan tari mascot SMA Negeri 1 Bebandem dengan mendatangkan seorang seniman tari bernama I Gede Suda, S.Sn  untuk membantu dalam mewujudkan tari mascot tersebut. Tari mascot yang di beri nama TariYadnya Suci dibawakan oleh siswa SMA Negeri 1 Bebandem yang tergabung dalam ekstra Tari . Diharapkan dengan terwujudnya tari mascot ini semakin menanamkan kecintaan seluruh warga sekolah terhadap potensi budaya sendiri sebagai salah satu wujud tindakan nyata dalam membentuk karakter bangsa di sekolah.

Sedangkan menurut Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bebandem Drs. I Ketut Marta Ariana, M.Pd.H untuk melaksanakan Pendidikan Karakter Bangsa, Kepala Sekolah sudah menyusun Best Practicies Pendidikan Karakter Bangsa yang sudah direvisi oleh Widyaiswara PPPPTK Malang. Pelaksanaan Pendidikan Karakter Bangsa sudah dan sedang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Bebandem. Dengan dimuatnya mata pelajaran Ekonomi Pariwisata dalam KTSP SMA Negeri 1 Bebandem serta dikembangkannya pembinaan potensi seni budaya di sekolah hingga terwujudnya Tari Yadnya Suci sebagai tari mascot sekolah, maka secara bertahap  SMA Negeri 1 Bebandem mulai melaksanakan program pendidikan sesuai dengan karakteristik,  potensi, dan kebutuhan peserta didik serta kebutuhan masyarakat sesuai dengan prinsip PBKL demi terwujudnya pendidikan karakter bangsa di sekolah.

Tinggalkan komentar

Filed under Berita Pendidikan, Kurikulum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s