Pakut Kita Cermati Bersama “1.600 Anak Pedesaan Karangasem Putus Sekolah”

Berikut salah satu berita yang kami kutif dari kantor Berita Antara yang tersaji di http://id.berita.yahoo.com, terkait dengan dengan situasi dan gambaran pendidikan anak-anak kita di karangasem. Semoga menjadi acuan yang mampu mengetuk semua pihak untuk bisa berbuat lebih guna meningkatkan pendidikan kita di kabupaten karangasem.

Berikut berita lengkapnya:

berita pendidikan di karangasem bali

Amlapura (ANTARA) – Sebanyak 1.600 anak di pedesaan Kabupaten Karangasem, Bali, putus sekolah, karena tidak memiliki biaya pendidikan yang semakin tahun semakin tinggi.

“Angka putus sekolah terbanyak di tingkat SMP dan sebanyak 200 anak di antaranya berasal dari Kecamatan Kubu,” kata Kepala Bidang Dikdasmen Dinas Pendidikan Karangasem Drs. I Ketut Sudana, M.Pd, Kamis.

Dia mengatakan, alasan yang diungkapkan anak-anak itu beragam, mengapa mereka putus sekolah.

“Apakah karena tak tertampung di SMA/SMK ataukah karena memang tak melanjutkan dengan alasan tak memiliki biaya,” jelasnya.

Ia mengatakan, sejumlah anak di Desa Datah, ada yang tidak melanjutkan ke SMP karena orangtuanya tidak mampu membiayai pendidikan anaknya.

“Seorang anak mengatakan, ayahnya sudah meninggal dan kini hidup bersama ibu dan tiga saudaranya,” jelasnya.

Mereka miskin, kata Sudana, sehingga memilih bekerja membantu ibunya menyabit rumput atau mencari kayu bakar.

Sementara itu, ada siswa SMP yang baru sekitar enam bulan memilih berhenti sekolah, karena ayahnya meninggal, sementara ibunya menikah lagi, katanya.

Terkait banyaknya anak usia sekolah berhenti atau putus sekolah di tingkat SD dan SMP, ia mengatakan bahwa pihaknya bakal memanfaatkan Program Pendamppingan dari mahasiswa Undiksa.

Data pada tahun 2010 menyebutkan bahwa program pendampimngan tersebut dinilai cukup berhasil.

Ke depan, kata Sudana, Bali memiliki Program Undiksa bakal menerjunkan mahasiswanya lagi untuk mendampingi dan memberi pengajaran kepada anak-anak usia sekolah yang putus sekoolah atau tak melanjutkan.

“Paling tidak satu mahasiswa pendamping bisa membawahi 10 anak, sehingga kalau ada 100 mahasiswa, maka 1.000 anak mendapat pendampingan,” ujarnya.

Sumber: http://id.berita.yahoo.com

Tinggalkan komentar

Filed under Berita Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s