Launching Beasiswa Miskin Mandiri di SMA NEGERI 1 BEBANDEM

SMA Negeri 1 Bebandem, Kamis, 28 Januari 2010 menggelar acara peluncuran Beasiswa Miskin Mandiri yang pertama kali diselenggarakan sejak sekolah ini berdiri tahun 2003 yang lalu. Acara yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karangasem, Camat Bebandem, KaUPT Disdikpora Kecamatan Bebandem dan Ketua Komite SMA Negeri 1 Bebandem tersebut merupakan gebrakan dari SMA Negeri 1 Bebandem dalam rangka mendukung upaya penanggulangan masalah anak putus sekolah sebagai akibat dari keterbatasan biaya.

Seperti yang kita ketahui program pendidikan gratis yang dicanangkan pemerintah hanya sampai pendidikan dasar 9 tahun yaitu dari jenjang SD sampai dengan SMP. Sedangkan untuk tingkat SMA proses pendidikan masih memerlukan kontribusi siswa berupa iuran komite bulanan yang bervariasi nominalnya sesuai dengan kesepakatan sekolah dengan pihak komite sekolah. Untuk di SMA Negeri 1 Bebandem, iuran komite sekolah yang mesti dibayar siswa perbulan sebesar Rp. 100.000,-. Meskipun uang komite di SMA Negeri 1 Bebandem termasuk paling murah diantara SMA-SMA lainnya di Kabupaten Karangasem, namun masih banyak juga siswa yang belum mampu membayar uang komite setiap bulan atau menunggak pembayaran uang komite tersebut. Hal ini bisa dimaklumi mengingat 50% siswa yang bersekolah di SMA Negeri 1 Bebandem berasal dari keluarga kurang mampu. Hal tersebutlah yang mendasari dibuatnya program Beasiswa Miskin Mandiri tersebut berdasarkan kesepakatan bersama antara Kepala SMA Negeri 1 Bebandem, Wayan Sugiana, S.Pd, M.Pd, dan Ketua Komite SMA Negeri 1 Bebandem, I Gede Mertha Artha.

Lebih lanjut Wayan Sugiana mengatakan beasiswa tersebut diberi nama “miskin mandiri” karena ditujukan untuk siswa yang kurang mampu dan dana beasiswa berasal dari APBS SMA Negeri 1 Bebandem. Adapun proses seleksi penerima beasiswa tersebut berlangsung cukup lama karena melalui beberapa tahapan verifikasi, mulai dari verifikasi administrasi, pengisian blanko persyaratan beasiswa nasional dan pengecekan langsung ke rumah calon penerima beasiswa. Dari 75 calon penerima beasiswa yang terjaring, akhirnya dipilih 25 orang siswa kelas X. Beasiswa ini memang ditujukan kepada kelas X karena siswa kelas X saja yang belum menerima beasiswa dari pos-pos beasiswa yang lain. Nominal beasiswa yang diberikan sebesar Rp. 100.000,- persiswa perbulan selama satu tahun pelajaran. Jadi tiap siswa menerima sebesar Rp. 1.200.000,- yang bersumber dari APBS SMA Negeri 1 Bebandem tahun ajaran 2009/2010. Pemberian nominal Rp. 100.000,- didasarkan pada besarnya iuran komite bulanan yang dibayarkan siswa tiap bulan. Dengan diberikannya beasiswa ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua siswa dalam membiayai sekolah anaknya khususnya dalam membayar iuran komite bulanan. Selain itu beasiswa ini akan dapat memotivasi belajar siswa, menigkatkan kepedulian dan disiplin siswa di sekolah, serta memberikan efek psikologis yang positif terhadap siswa dalam proses belajar karena mereka tidak dirisaukan lagi oleh beban biaya komite bulanan.

Camat Bebandem, I Komang Agus Sukasena, SIP, dalam sambutannya juga menyatakan bahwa manfaat beasiswa ini sangat besar dalam menunjang keberlangsungan proses belajar siswa sehingga dihindarkan dari putus sekolah akibat keterbatasan biaya. Oleh karena itu, Camat Bebandem mengharapkan agar beasiswa ini benar-benar dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh penerima beasiswa dengan dukungan penuh dari orang tuanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kadis Disdikpora Kabupaten Karangasem, Drs. I Gusti Ngurah Suwetha, M.Si, menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap Kepala SMA Negeri 1 Bebandem dan Komite Sekolah atas segala program yang sudah dijalankan sejak sekolah ini berdiri, yang telah mampu berbuat banyak dan memberikan kontribusi bagi keberhasilan dunia pendidikan di Kabupaten Karangasem baik dari segi akademis maupun non akademis. Terlebih dengan diluncurkannya Beasiswa Miskin Mandiri di SMA Negeri 1 Bebandem yang merupakan SMA pertama di kabupaten Karangasem yang memiliki program penanggulangan siswa putus sekolah yang bersumber dari APBS Sekolah. Hal ini diharapkan ditiru oleh sekolah-sekolah yang lain sehingga angka putus sekolah di Kabupaten Karangasem semakin berkurang. Senada dengan harapan Camat Bebandem, Kadis Disdikpora juga berharap dan berpesan kepada para penerima beasiswa agar memanfaatkan beasiswa yang diterima sebaik-baiknya dan jangan minder walaupun berasal dari keluarga kurang mampu.

Tinggalkan komentar

Filed under Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s